Kisah Warga Singapura Wakafkan Tanah dan Bangunan ke Mathlaul Anwar, Bakal Dibangun Ponpes Bernama ESHAMA

- Senin, 5 Juni 2023 | 11:52 WIB
Peresmian dan penyerahan Bangunan waqaf dari Keluarga Esha atau Ahmad dari Singapura kepada PB MA, untuk Pondok Pesantren yang diberi nama ESHAMA ( Esha Ali Ahmad Mathla ul Anwar) di Kp. Kupluk Menes Kabupaten Pandeglang.
Peresmian dan penyerahan Bangunan waqaf dari Keluarga Esha atau Ahmad dari Singapura kepada PB MA, untuk Pondok Pesantren yang diberi nama ESHAMA ( Esha Ali Ahmad Mathla ul Anwar) di Kp. Kupluk Menes Kabupaten Pandeglang.

BANTEN HAY-Keluarga besar dari seorang Warga Singapura mewakafkan tanah dan bangunan kepada Mathlaul Anwar, yang akan dijadikan pondok pesantren atau ponpes.

Penyerahan tanah dan bangunan wakaf itu diserahkan kepada Pengurus Besar Mathlaul Anwar, diwakili anak dan cucu keluarga dari Warga Singapura tersebut.

Bangunan dua lantai dengan luas tanah 3.500 meter yang diwakafkan seorang Warga Singapura kepada Mathlaul Anwar tersebut, akan dibangun ponpes beranma ESHAMA.

Nama ponpes tersebut diambil dari nama Warga Singapura yang mewakafkan tanah dan bangunannya yakni Esha Ali Ahmad dan MA berarti Mathlaul Anwar.

Baca Juga: Mathlaul Anwar Sodorkan 9 Pokok Pikiran, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Riau, Ketum: Kita Harus Saling Membesarkan

Peresmian dan penyerahan Bangunan waqaf dari Keluarga Esha atau Ahmad Warga Singapura kepada PB MA untuk Pondok Pesantren yang diberi nama ESHAMA, digelar di Kampung Kupluk, kecamatan Menes Kabupaten Pandeglang.

Proses penyerahan tanah dan bangunan wakaf dari keluarga almarhum Ahmad dari Singapura itu, dierima langsung Ketua Umum Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) K.H. Embay Mulya Syarief.

Pria yang dikenal dengan sapaan Haji embay itu, menceritakan bagaiaman seorang warga Singapura itu mewakafkan tanah dan bangunan kepada Mathlaul Anwar.

“Pak Ahmad almarhum dulu pernah berlibur di Menes. Namun beliau memilih menginap di rumah warga, ketimbanga villa atau penginapan,” kata Haji Embay, kepada bantenhay.com, pada Senin, 5 Juni 2023.

Dari pengalamannya tinggal beberapa hari di Menes, ternyata Almarhum Ahmad merasakan suasana yang sangat sejuk dan penuh kedamaian tinggal di perkampungan tersebut.

Sampai akhrinya memiliki tanah dan membangunnya, untuk sekedar istirahat atau berlibur dari hiruk pikuk kesibukannya di Singapura.

Dari sinilah almarhum Ahmad mengenal Mathlaul Anwar sebagai lembaga pendidikan yang dianggap memiliki komitmen atas sumber daya manusia (SDM) masyarakat.

“Beliau keluarga muslim. Kemarin yang menyerahkan wakaf tanah dan bangunan itu anak hingga cucunya,” kata Haji Embay.

Baca Juga: Profil Abuya Muhtadi dan Embay Mulya Syarief, Dua Ulama Banten yang Dikunjungi Ganjar Pranowo

Halaman:

Editor: Asep Suryanto

Tags

Terkini

X